Saturday, January 16, 2010/7:02 AM
“Balapan. How?”
Melirik satu-persatu—mulai dari manusia yang mematung di paling kanan hingga yang paling kiri—dengan selat Channel yang agak berkilauan dengan sebuah cengiran disertai tarikan pada kedua sudut bibir tipisnya, gadis itu melangkah, melewati gagang sapu yang sudah menempatkan posisi secara horizontal disampingnya. Tidak cukup lama baginya untuk mengetahui respon dari masing-masing warna pelangi yang melingkari dirinya—walaupun bentuknya agak lonjong—untuk membuatnya memantapkan diri di sebuah jok tidak kelihatan pada sapu Nimbus pinjamannya. Ketujuh warna telah sigap diposisinya masing-masing. Dengan kemampuan—telah disesuaikan—kalau pada akhirnya seorang Allen Bentz menaiki sapu Nimbus kepunyaan Jess seorang diri sementara sang Kuning sudah siap duduk berdua bersama si Bi[i]uhuk[/i] lihat sendiri saja ya. Hahaha.
Kelima—kalau dikali dengan tangan satunya akan jadi sepuluh—jarinya telah sigap melingkari gagang sapu dengan diameter kurang dari 10 sentimeter. Dengan lekuk yang tepat di setiap detilnya, gadis itu mengedikkan kepalanya perlahan—memberi signal kepada rekan-rekan terbang yang sudah siap di tempatnya masing-masing—demi memulai balapan.
[b]WHUUUSSSHH!![/b]
Well, [i]nice sound fx.[/i]
Berada pada posisi di tengah, gadis itu membungkukkan badan, mempasrahkan bobot tubuhnya kepada gagang sapu yang nyaris melawan hukum gravitasi. Dengan kedua kaki yang tertekuk ke belakang dan kedua tangan yang masih erat menggenggam gagang sapu 1972 itu, rambut semi cepaknya sedikit banyak bergerak. Tersapu oleh hembusan angin kencang yang juga dipicu oleh kecepatannya yang shuppa. WHOOO—narsis. Segala sesuatu terlihat kecil jika dilihat dari atas—begitu pula dengan bangunan megah tua yang biasa disebut kastil. Terlihat kecil dan setara dengan tinggi pohon Oak dan Willow di keliling hutan terlarang. Tidak lagi mengenakan jubah besar miliknya, kini tersisa kemeja hem putih berlengan panjang—yang sudah sengaja dilinting hingga siku—dengan dasi yang sudah dilonggarkannya. Disertai rok rampel, stoking, dan sepatu pantofel yang terpaksa ia kenakan demi memadukan tampilannya dengan bagian atas tubuhnya. Ah, jangan lupa dengan kacamata bingkai hitam yang senantiasa tersangkut diatas hidungnya. Heran ih, kok AB tidak pernah lupa dengan kacamatanya ya? Tsk.
Menatap semut-semut—dalam konotasi—dibawahnya, gadis itu menyeringai kecil. Menatap semut-semut berbadge hijau perak yang berjalan pelan menuju hutan terlarang. Hm? Mereka punya acara? Yea… who knows? Lagipula, finishnya adalah di hutan terlarang, dan ia tidak sempat berteriak kepada sang Regnbue Kuning dengan pasangannya untuk berhenti saat itu dengan mengganti finish. AB tidak securang itu, kawan. Yeah, sekalipun gadis cepak itu tidak bisa dipastikan sebagai pemenangnya—kecepatannya jelas meningkat dibandingkan saat pertama kali menyalahi aturan belajar terbang bersama NAL, ataupun saat bermain Quidditch dengan Czechkinsky. Yea, surprise—kini Regnbue dengan formasi lengkap—menemaninya terbang dengan misi memenangkan balapan.
Sepasang selat Channelnya menangkap fokus baru. Pendaratan yang mulus ditengah-tengah segerombolan manusia dengan badge hijau perak yang tadi sempat dilihatnya. Yea, tolong suguhkan kue, makanan, minuman enak, karpet merah, dan foto. Ah, kertas gambar juga—jangan lupa.
”Kami... ketinggalan sesuatu?”
Merendahkan terbangnya, sang Bentz muda hanya menatap kosong dan menahan tawa begitu fokusnya tertumpu pada sang Regnbue Kuning. Pfft. ”HUAHAHAHAHAHAHA!!”
Melirik satu-persatu—mulai dari manusia yang mematung di paling kanan hingga yang paling kiri—dengan selat Channel yang agak berkilauan dengan sebuah cengiran disertai tarikan pada kedua sudut bibir tipisnya, gadis itu melangkah, melewati gagang sapu yang sudah menempatkan posisi secara horizontal disampingnya. Tidak cukup lama baginya untuk mengetahui respon dari masing-masing warna pelangi yang melingkari dirinya—walaupun bentuknya agak lonjong—untuk membuatnya memantapkan diri di sebuah jok tidak kelihatan pada sapu Nimbus pinjamannya. Ketujuh warna telah sigap diposisinya masing-masing. Dengan kemampuan—telah disesuaikan—kalau pada akhirnya seorang Allen Bentz menaiki sapu Nimbus kepunyaan Jess seorang diri sementara sang Kuning sudah siap duduk berdua bersama si Bi[i]uhuk[/i] lihat sendiri saja ya. Hahaha.
Kelima—kalau dikali dengan tangan satunya akan jadi sepuluh—jarinya telah sigap melingkari gagang sapu dengan diameter kurang dari 10 sentimeter. Dengan lekuk yang tepat di setiap detilnya, gadis itu mengedikkan kepalanya perlahan—memberi signal kepada rekan-rekan terbang yang sudah siap di tempatnya masing-masing—demi memulai balapan.
[b]WHUUUSSSHH!![/b]
Well, [i]nice sound fx.[/i]
Berada pada posisi di tengah, gadis itu membungkukkan badan, mempasrahkan bobot tubuhnya kepada gagang sapu yang nyaris melawan hukum gravitasi. Dengan kedua kaki yang tertekuk ke belakang dan kedua tangan yang masih erat menggenggam gagang sapu 1972 itu, rambut semi cepaknya sedikit banyak bergerak. Tersapu oleh hembusan angin kencang yang juga dipicu oleh kecepatannya yang shuppa. WHOOO—narsis. Segala sesuatu terlihat kecil jika dilihat dari atas—begitu pula dengan bangunan megah tua yang biasa disebut kastil. Terlihat kecil dan setara dengan tinggi pohon Oak dan Willow di keliling hutan terlarang. Tidak lagi mengenakan jubah besar miliknya, kini tersisa kemeja hem putih berlengan panjang—yang sudah sengaja dilinting hingga siku—dengan dasi yang sudah dilonggarkannya. Disertai rok rampel, stoking, dan sepatu pantofel yang terpaksa ia kenakan demi memadukan tampilannya dengan bagian atas tubuhnya. Ah, jangan lupa dengan kacamata bingkai hitam yang senantiasa tersangkut diatas hidungnya. Heran ih, kok AB tidak pernah lupa dengan kacamatanya ya? Tsk.
Menatap semut-semut—dalam konotasi—dibawahnya, gadis itu menyeringai kecil. Menatap semut-semut berbadge hijau perak yang berjalan pelan menuju hutan terlarang. Hm? Mereka punya acara? Yea… who knows? Lagipula, finishnya adalah di hutan terlarang, dan ia tidak sempat berteriak kepada sang Regnbue Kuning dengan pasangannya untuk berhenti saat itu dengan mengganti finish. AB tidak securang itu, kawan. Yeah, sekalipun gadis cepak itu tidak bisa dipastikan sebagai pemenangnya—kecepatannya jelas meningkat dibandingkan saat pertama kali menyalahi aturan belajar terbang bersama NAL, ataupun saat bermain Quidditch dengan Czechkinsky. Yea, surprise—kini Regnbue dengan formasi lengkap—menemaninya terbang dengan misi memenangkan balapan.
Sepasang selat Channelnya menangkap fokus baru. Pendaratan yang mulus ditengah-tengah segerombolan manusia dengan badge hijau perak yang tadi sempat dilihatnya. Yea, tolong suguhkan kue, makanan, minuman enak, karpet merah, dan foto. Ah, kertas gambar juga—jangan lupa.
”Kami... ketinggalan sesuatu?”
Merendahkan terbangnya, sang Bentz muda hanya menatap kosong dan menahan tawa begitu fokusnya tertumpu pada sang Regnbue Kuning. Pfft. ”HUAHAHAHAHAHAHA!!”
Thursday, January 7, 2010/10:03 PM
Satu kata:
KANGEEEENNNN!!!
Huff, dibilang jujur juga tidak sih. Muakakak. Saya tidak terlalu kangen dengan blog ini sebenarnya. Karena.. yeah [s]sudah ada pacar baru[/s] waktu tidak memungkinkan saya untuk merindukan sesuatu yang bukan dari jiwa saya dan belum terlalu melekat di diri saya. Untuk pertama, saya ucapkan syukur yang amat mendalam kepada YME, karena telah mengingatkan saya kalau saya punya daily yang harus selalu diupdate. Saya sungguh lupa akan kehidupan yang saya bina dulu--ketika saya belum repot dan asik di dunia RW yang menggila--dan akhirnya kini, saat saya baru memiliki waktu untuk kembali hidup di dunia Net, saya baru sempat mengupdate my lovely daily. Muah, cintah. Muakakakak-gejeh.
Yea, bersyukur sudah.
So--biarkan saya curcol dulu, bentar.
WHOOOOO-HOOOOOOO.
Saya sinting. Saya nyaris berubah seratus delapan puluh derajat hanya karena beberapa tugas yang menggila di real world. Yea, mungkin itu salah satu alasan mengapa saya membina kehidupan yang Mawadah, dan Warohmah di dunia NW. Berkenalan dan berkeliaran dengan riang dengan senantiasa melupakan betapa banyaknya tugas dan ujian yang menanti. Hampir gila, sumpah.
Dentingan jam serasa lama, sepanjang bulan Desember. Ah, sekarang udah Januari. Tapi.. itulah liburan saya. Diam di rumah, tiada yang dilakukan, bahkan saya bisa menghafal sejak pertama liburan sampai detik dimana tulisan ini saya postkan. Begini schedule-nya,
Bosan kan?
Tapi itu terus yang saya lakukan selama lebih kurang 14 hari. Pfft, sial kan? Ga ada yang menarik dan ga ada yang bisa dibanggakan. Tsk.
KANGEEEENNNN!!!
Huff, dibilang jujur juga tidak sih. Muakakak. Saya tidak terlalu kangen dengan blog ini sebenarnya. Karena.. yeah [s]sudah ada pacar baru[/s] waktu tidak memungkinkan saya untuk merindukan sesuatu yang bukan dari jiwa saya dan belum terlalu melekat di diri saya. Untuk pertama, saya ucapkan syukur yang amat mendalam kepada YME, karena telah mengingatkan saya kalau saya punya daily yang harus selalu diupdate. Saya sungguh lupa akan kehidupan yang saya bina dulu--ketika saya belum repot dan asik di dunia RW yang menggila--dan akhirnya kini, saat saya baru memiliki waktu untuk kembali hidup di dunia Net, saya baru sempat mengupdate my lovely daily. Muah, cintah. Muakakakak-gejeh.
Yea, bersyukur sudah.
So--biarkan saya curcol dulu, bentar.
WHOOOOO-HOOOOOOO.
Saya sinting. Saya nyaris berubah seratus delapan puluh derajat hanya karena beberapa tugas yang menggila di real world. Yea, mungkin itu salah satu alasan mengapa saya membina kehidupan yang Mawadah, dan Warohmah di dunia NW. Berkenalan dan berkeliaran dengan riang dengan senantiasa melupakan betapa banyaknya tugas dan ujian yang menanti. Hampir gila, sumpah.
Dentingan jam serasa lama, sepanjang bulan Desember. Ah, sekarang udah Januari. Tapi.. itulah liburan saya. Diam di rumah, tiada yang dilakukan, bahkan saya bisa menghafal sejak pertama liburan sampai detik dimana tulisan ini saya postkan. Begini schedule-nya,
a. Bangun jam 6.55
b. Nonton Spongebob sampe jam 8
c. Nonton Avatar sambil sarapan
d. Nonton dahsyat
e. Buka komputer, plurking
f. Mandi tengah hari
g. Repp
h. Matiin komputer, nyalain TV
i. Nonton online-SKETSA
j. Nonton BBF
k. Ngenet
l. Makan malem
m. Tidur
Bosan kan?
Tapi itu terus yang saya lakukan selama lebih kurang 14 hari. Pfft, sial kan? Ga ada yang menarik dan ga ada yang bisa dibanggakan. Tsk.
Monday, November 23, 2009/1:00 AM
--HA.
Mencoba menahan tawa.
.
..
...
....HA-
-HAHAHAHAHAHAHA. MUAKAKAK. JIAHAHAHAHA.
Astaga, saya nge-spam. Oh, gak kok. Ngapain nge-spam kalau judulnya kayak gitu. Yea, sekalipun gue adalah satu dari sekian banyak yang lebih bisa bikin judul dibanding bikin alur, tetep aja gue ga sebodoh itu buat masang titel itu untuk update gue kali ini. Diawali dengan lirik dari Westlife yang sudah cukup buat bikin mata gue nyaris kehilangan banyak kelenjar air, gue mau sedikit share tentang apa yang gue dapet hari ini. Pfft. Ga banyak, dan ga rumit, as usual of course.
Sebelumnya, gue mau ngadu dulu kalau gue lagi Puasa. Hm. Yea, tinggal 2 jam lagi, dan gue akan melepas dahaga gue. Well, ada sedikit kejadian yang menurut gue konyol tadi di sekolah. Sangat menarik untuk disimak dan dijadikan memori penghilang penat. Mau tau? Iya, ini juga gue mau cerita-cerita.
Istirahat kedua usai gue degdegan dengan tugas TAPE SINGKONG gue yang bikin heboh seluruh jagad raya, gue bersama REINNARA 1876 berniat ke kantin. Awalnya sih cuma mau nemenin Pelita sama Amin doang kesana. Gue kasian ngeliat dua anak itu yang rela tidak jajan demi menghormati gue sama Viya yang lagi puasa. Muakakak. Maksa banget deh tuh anak dua. Tapi, yea, akhirnya Reinnara ngumpul pasca Amin nangis tiba-tiba. Bikin pager betis, di lapangan sementara anak-anak kelas 8 pada siap-siap buat main bola, gue--dengan anak-anak Reinnara--dengan pedenya melenggang di tengah lapangan sambil jalan gak karuan. Bikin kacau pagar betis yang dibuat sama orang lain. Dan ya, setelah kita meracau gak jelas di kantin--padahal Pelita sama Amin cuma jajan minum Rp1000 doang--gue langsung balik ke kelas tanpa niatan macem-macem.
Well, di depan kelas--usai semua jajanan abis--Reinnara sontak berkumpul dan membuat lingkarang yang super kecil di depan kelas 94. Pfft. Main gebuk-gebukan, senggol-senggolan yang berakhir pada...
Gue: "Udah ah, gue sebelah lo aja, Ul"
Ulfa: "Terseraaah"
Viya: "Ribet lo berdua. Dimana aja dah, yang disenggol pinggulnya ya. Jangan yang lain"
(Penjelasan formasi: Searah jarum jam-> Amin, Pelita, Viya, Gue, Ulfa)
Satu...dua... tiga...
BUK.BAK.DUAK.
Senggolan pinggul Ulfa yang maut bikin gue keserimpet rok gue yang kepanjangan dan berakhir dengan mendorong Viya ke tiang deket kelas 94. Diikuti dengan sorak-tawa semua yang ngeliat kejadian itu, gak taunya Viya kejedot tiang dan keserimpet roknya sendiri sambil narik-narik rok gue. APA MAKSUDNYA COBA? MUAKAKAK. Perut gue sampe keram gara-gara ketawa geli banget ngeliat kejadian itu. Oke, gue buka aib lo, viy. But, no probs. I'm still your bestfriend. :)
Mencoba menahan tawa.
.
..
...
....HA-
-HAHAHAHAHAHAHA. MUAKAKAK. JIAHAHAHAHA.
Astaga, saya nge-spam. Oh, gak kok. Ngapain nge-spam kalau judulnya kayak gitu. Yea, sekalipun gue adalah satu dari sekian banyak yang lebih bisa bikin judul dibanding bikin alur, tetep aja gue ga sebodoh itu buat masang titel itu untuk update gue kali ini. Diawali dengan lirik dari Westlife yang sudah cukup buat bikin mata gue nyaris kehilangan banyak kelenjar air, gue mau sedikit share tentang apa yang gue dapet hari ini. Pfft. Ga banyak, dan ga rumit, as usual of course.
Sebelumnya, gue mau ngadu dulu kalau gue lagi Puasa. Hm. Yea, tinggal 2 jam lagi, dan gue akan melepas dahaga gue. Well, ada sedikit kejadian yang menurut gue konyol tadi di sekolah. Sangat menarik untuk disimak dan dijadikan memori penghilang penat. Mau tau? Iya, ini juga gue mau cerita-cerita.
Istirahat kedua usai gue degdegan dengan tugas TAPE SINGKONG gue yang bikin heboh seluruh jagad raya, gue bersama REINNARA 1876 berniat ke kantin. Awalnya sih cuma mau nemenin Pelita sama Amin doang kesana. Gue kasian ngeliat dua anak itu yang rela tidak jajan demi menghormati gue sama Viya yang lagi puasa. Muakakak. Maksa banget deh tuh anak dua. Tapi, yea, akhirnya Reinnara ngumpul pasca Amin nangis tiba-tiba. Bikin pager betis, di lapangan sementara anak-anak kelas 8 pada siap-siap buat main bola, gue--dengan anak-anak Reinnara--dengan pedenya melenggang di tengah lapangan sambil jalan gak karuan. Bikin kacau pagar betis yang dibuat sama orang lain. Dan ya, setelah kita meracau gak jelas di kantin--padahal Pelita sama Amin cuma jajan minum Rp1000 doang--gue langsung balik ke kelas tanpa niatan macem-macem.
Well, di depan kelas--usai semua jajanan abis--Reinnara sontak berkumpul dan membuat lingkarang yang super kecil di depan kelas 94. Pfft. Main gebuk-gebukan, senggol-senggolan yang berakhir pada...
Gue: "Udah ah, gue sebelah lo aja, Ul"
Ulfa: "Terseraaah"
Viya: "Ribet lo berdua. Dimana aja dah, yang disenggol pinggulnya ya. Jangan yang lain"
(Penjelasan formasi: Searah jarum jam-> Amin, Pelita, Viya, Gue, Ulfa)
Satu...dua... tiga...
BUK.BAK.DUAK.
Senggolan pinggul Ulfa yang maut bikin gue keserimpet rok gue yang kepanjangan dan berakhir dengan mendorong Viya ke tiang deket kelas 94. Diikuti dengan sorak-tawa semua yang ngeliat kejadian itu, gak taunya Viya kejedot tiang dan keserimpet roknya sendiri sambil narik-narik rok gue. APA MAKSUDNYA COBA? MUAKAKAK. Perut gue sampe keram gara-gara ketawa geli banget ngeliat kejadian itu. Oke, gue buka aib lo, viy. But, no probs. I'm still your bestfriend. :)
/12:55 AM
FRAGILE HEART--
A fragile heart was broken before
I don't think it could endure another pain
But there's a voice from deep inside of you
That's calling out to make you realize
That this new bond gives inspiration
To all who feel no love appeal no more
So how can I break this wall around you
That's aiding both our hearts to grow in pain
So forget your past, and we can dream tomorrow
Save our hearts for card and lovin too
It's hard I know, but oh
One thing for sure
Don't go and break this fragile heart
A hurting mind in need of emotion
I don't think I could endure another pain
But baby in you, I've found affection
Affection I have never felt before
So don't let your past destroy what comes tomorrow
Don't go and break my fragile heart
With all this fire that burns between us
There's so much to lose
Yet so much more to gain
And if I could, choose the world around me
The world I'd choose would all revolve around you
So help me complete the game inside me
And help to mend my fragile heart...
=> Klik disini untuk creditnya =,=
A fragile heart was broken before
I don't think it could endure another pain
But there's a voice from deep inside of you
That's calling out to make you realize
That this new bond gives inspiration
To all who feel no love appeal no more
So how can I break this wall around you
That's aiding both our hearts to grow in pain
So forget your past, and we can dream tomorrow
Save our hearts for card and lovin too
It's hard I know, but oh
One thing for sure
Don't go and break this fragile heart
A hurting mind in need of emotion
I don't think I could endure another pain
But baby in you, I've found affection
Affection I have never felt before
So don't let your past destroy what comes tomorrow
Don't go and break my fragile heart
With all this fire that burns between us
There's so much to lose
Yet so much more to gain
And if I could, choose the world around me
The world I'd choose would all revolve around you
So help me complete the game inside me
And help to mend my fragile heart...
=> Klik disini untuk creditnya =,=
Labels: Google
Wednesday, October 21, 2009/3:42 AM
WAAAA, ternyata gue udah lumayan lama juga gak update blog. Eaah, terlalu sibuk di Plurk dan urusan RW sih. Hm. Yeah, dan karena sekarang gue lagi gak ada bahan untuk menyibukkan diri di NW, jadilah gue menuliskan jurnal gue yang sudah lama terlantar ini. Hm. Dikatakan jurnal juga, kayaknya agak kurang pas, karena awalnya gue cuma sekedar nanya dan pengen tahu. Nah, nah, kali ini gue mau bahas abis soal Autis.
Tau kan apa itu 'Autis'?
Seiring berjalannya waktu, sekarang jelas modernisasi sudah menjadi santapan sehari-hari, sampai modernisasi dalam bercanda dan berucap kepada kawan atau kerabat. Terkadang, ucapan-ucapan kasar yang sebenarnya tidak patut diucapkan terdengar sebagai lelucon yang sangat menyenangkan. Tapi gak bisa dipungkiri juga kalau sebenarnya, terkadang, kita merasa tersinggung atau malah kesal atau marah kepada teman yang baru saja mengucapkan lelucon berupa kata-yang-kasar. Sebutlah salah satunya adalah: Autis. Bukan suatu kelangkaan lagi kalau pada kenyataannya sekarang banyak yang menyisipkan kata, "Dasar autis!" atau, "Autis lo, dasar." atau mungkin, "gue lagi agak autis nih hari ini". Sekilas saat mendengar itu jelas kita merasa itu lelucon yang tidak garing atau tidak menyakitkan, tapi setelah saya pikir kembali, kenapa kata AUTIS benar-benar menjadi IDOLA saat ini.
Terima kasih untuk Geger dan Njel yang udah mau respon pertanyaan saya di Plurk.
Menimbang-nimbang dua kata yang sering menjadi idola—yaitu Idiot dan Autis—ternyata, setelah pembicaraan panjang, kita semua sepakat kalau Idiot jauh lebih kejam dibanding Autis.
Dan hal itu bukan berarti kalau kita sepakat bahwa Autis itu pantas digunakan saat bercanda. Well, Don't use Autism as a daily jokes. Autis itu benar-benar menyimpan makna dalam, sebenarnya. Kalau dilihat di link INI jelas disitu menjelaskan bagaimana sebenarnya dan Apa itu Autis yang sebenarnya. Sedikit merinding, saya mencoba mendalami dan mencari tahu apa itu Autis dan mencoba mencari beberapa harian dari seorang wanita dewasa yang memiliki anak Autis. Sebutlah LINK SATU INI dan LINK SATU ITU sebagai referensi yang cukup untuk membuat bulu kuduk gue merinding. Coba pejet tiga link yang saya kasih, dan saya rasa itu cukup untuk membuat kalian bener-bener menarik sisipan Autis dalam candaan sehari-hari. Hm.
Tau kan apa itu 'Autis'?
Seiring berjalannya waktu, sekarang jelas modernisasi sudah menjadi santapan sehari-hari, sampai modernisasi dalam bercanda dan berucap kepada kawan atau kerabat. Terkadang, ucapan-ucapan kasar yang sebenarnya tidak patut diucapkan terdengar sebagai lelucon yang sangat menyenangkan. Tapi gak bisa dipungkiri juga kalau sebenarnya, terkadang, kita merasa tersinggung atau malah kesal atau marah kepada teman yang baru saja mengucapkan lelucon berupa kata-yang-kasar. Sebutlah salah satunya adalah: Autis. Bukan suatu kelangkaan lagi kalau pada kenyataannya sekarang banyak yang menyisipkan kata, "Dasar autis!" atau, "Autis lo, dasar." atau mungkin, "gue lagi agak autis nih hari ini". Sekilas saat mendengar itu jelas kita merasa itu lelucon yang tidak garing atau tidak menyakitkan, tapi setelah saya pikir kembali, kenapa kata AUTIS benar-benar menjadi IDOLA saat ini.
Terima kasih untuk Geger dan Njel yang udah mau respon pertanyaan saya di Plurk.
Menimbang-nimbang dua kata yang sering menjadi idola—yaitu Idiot dan Autis—ternyata, setelah pembicaraan panjang, kita semua sepakat kalau Idiot jauh lebih kejam dibanding Autis.
Dan hal itu bukan berarti kalau kita sepakat bahwa Autis itu pantas digunakan saat bercanda. Well, Don't use Autism as a daily jokes. Autis itu benar-benar menyimpan makna dalam, sebenarnya. Kalau dilihat di link INI jelas disitu menjelaskan bagaimana sebenarnya dan Apa itu Autis yang sebenarnya. Sedikit merinding, saya mencoba mendalami dan mencari tahu apa itu Autis dan mencoba mencari beberapa harian dari seorang wanita dewasa yang memiliki anak Autis. Sebutlah LINK SATU INI dan LINK SATU ITU sebagai referensi yang cukup untuk membuat bulu kuduk gue merinding. Coba pejet tiga link yang saya kasih, dan saya rasa itu cukup untuk membuat kalian bener-bener menarik sisipan Autis dalam candaan sehari-hari. Hm.
Labels: Njel + Geger Responses
Tuesday, September 8, 2009/3:32 AM
Judulnya... sumpah, tidak mutu SANGAT. Wakakak. Tapi serius deh, post yang satu ini memang pengabalan banget. Demi menunjukkan eksistensi gue di dunia blog yang telah lama gue tinggalin. Hm. Gatau juga sih mau nulis apa. Tapi... mungkin pengenalan chara-chara gue yang paling eksis. YEAY.
1. Kyara Leona Sillius Cheeta, Hufflepuff tahun terakhir, Ketua Murid periode 83-84, Kapten Quidditch Hufflepuff periode 83-84, mantan Prefek, dan tentu saja... otak dari semua kekacauan yang pernah ada di Hufflepuff yang sudah dengan rela berkolaborasi dengan Angie, dan Tika. Yeah, gue bongkar semua aib lo, Tik. Hahaha. Sorry-sorry aja, tapi gue pribadi gak pernah merasa amat bersalah sama semua yang udah gue lakuin. Jahat? Ayolah, ini chara pertama gue jadi wajar aja gue leluasa untuk sedikit menistakan si sulung yang sudah banyak membawa gue ke dunia tulis-menulis. Pribadinya kalem, baik, sering senyum, ramah, Huffle banget, dan terlalu mellow dan sedikit pendiam--belakangan ini.
Punya banyak prestasi di bidang mantra dan PTIH. Juga punya anak buah baru, anak kelas dua, Sandra Mariam. haha.
2. Allenina Catharine Bentz, Gryffindor tahun kedua, anggota klub Fotografi, dan sangat RAMAI, saudara-saudara. Sangat dikenal di seantero Guripindor dan sering dicari karena melakukan tindak seenaknya. Haha. Biarkan Puppet Mastermu ini menistakanmu, nak.
1. Kyara Leona Sillius Cheeta, Hufflepuff tahun terakhir, Ketua Murid periode 83-84, Kapten Quidditch Hufflepuff periode 83-84, mantan Prefek, dan tentu saja... otak dari semua kekacauan yang pernah ada di Hufflepuff yang sudah dengan rela berkolaborasi dengan Angie, dan Tika. Yeah, gue bongkar semua aib lo, Tik. Hahaha. Sorry-sorry aja, tapi gue pribadi gak pernah merasa amat bersalah sama semua yang udah gue lakuin. Jahat? Ayolah, ini chara pertama gue jadi wajar aja gue leluasa untuk sedikit menistakan si sulung yang sudah banyak membawa gue ke dunia tulis-menulis. Pribadinya kalem, baik, sering senyum, ramah, Huffle banget, dan terlalu mellow dan sedikit pendiam--belakangan ini.
Punya banyak prestasi di bidang mantra dan PTIH. Juga punya anak buah baru, anak kelas dua, Sandra Mariam. haha.
2. Allenina Catharine Bentz, Gryffindor tahun kedua, anggota klub Fotografi, dan sangat RAMAI, saudara-saudara. Sangat dikenal di seantero Guripindor dan sering dicari karena melakukan tindak seenaknya. Haha. Biarkan Puppet Mastermu ini menistakanmu, nak.
Monday, September 7, 2009/3:41 PM
Like the title, ini hasil COPAS. Wahaha. Sudah lama sekali tidak bersua dengan para blogwalking yang mungkin cuma ngintip di blog ini. Yah, ini copas dari FB juga sih. Gak salah toh? Wahaha. Gue di tag sama Angie sama entah-siapa-gue-lupa-sangat-oknum-satunya lagi. Haha. Well, let's began.
Kapan pertama kali mengenal RP?
Kelas 8 baru masuk. Mungkin bulan Agustus--kalau saya benar B)
Pernah RP di mana aja?
1. HPI (tapi gue udah lupa chara gue namanya siapa. Passnya aja lupa)
2. IndoHogwarts
3. Behind the Magic
4. IndoDurmstrang
5. (ada satu lagi tapi lupa namanya apa. =)))
Chara-chara:
1. HPI - (kan gue udah bilang kalo gue lupa nama charanya. )
2. IndoHogwarts - Kyara Cheeta (H), Alviss Croe Rhouzier (G-tapi cuma bentar SANGAT), Andromeda C. Stoone (H-RIP), Silvester D. Stoone (R-RIP), Eneline V. Christsharon (S-RIP), dan Allen Bentz (G). =))
Chara yang paling berkesan:
Kyara Cheeta, AHAY, si sulung memang paling BEST lah. haha. Mengingat ini chara pertama gue dalam dunia RPF, gue jadi paling BISA buat dapet feel chara ini. Yah, siapa mau taruhan kalau sifat-sifat chara ini SEPENUHNYA milik karakter super-fiksi yang gue sengaja buat di buku Diary gue waktu kelas lima. Sumpah, ini yang paling berkesan, dan rasanya agak takut juga untuk menistakan chara yang satu ini. Hm. Dia terlalu manis, baik, imut, lucu sih.. *ditoyor* 'dilarang narsis woy!' hahaha.
Alviss Rhouzier, WOO-HOO, ini chara super munafik yang pernah ada di otak gue. Sumpah, gue bikin ini chara spontan banget. Awalnya gue cuma niat mau jadiin chara cowok pertama gue ini sebagai chara ternista. Tapi ternyata... perjalanan cintamu terlalu membuatku iri hati, nak. Ikeee..... kemana dikau? Partner plot paling asik dan paling bikin gue menutup muka begitu mencoba membaca postingan diri sendiri. Yampun, terkadang gue gak nyangka bisa bikin postingan keren kalau lagi ngeplot sama IKE. WOW. WOW. WOW. Haha
Allen Bentz, MY HONEY, BUNNY, SWEETY-KU. Muaaah. Chara si bungsu yang paling bikin gue bebas berekspresi. Gue gak pernah nentuin sifat ini chara, tapi yang jelas gue cuma suka cara gue ngebawain ini chara. Ini chara pelampiasan gue. Bebas gue nistain kapanpun gue mau. Dan bebas gue permalukan kapan-pun gue suka. Haha. *evilsmirk*
Masa-masa paling berkesan pas RP, coba ceritain:
Entah mengapa adegan pedekate dan penembakan sang Alviss membuat gue SANGAT... terharu. Tsk. Coba pikir, gimana mungkin feel seorang Al yang SUSAH SANGAT didapat itu mengalir seperti tai di kali dengan mudahnya saat bersua dengan sang pujaan hati di tret St. James Park, London di tempat liburan. Hwaaa. Gue sampe telat ke sekolah gara-gara bikin reppan dan terpaksa FP sama Ike gara-gara ngejar timeline. Hahaha. Dan adegan penembakan sang Singa yang harus dinodai oleh kemurkaan sang chara membuat gue terhanyut dalam tret Confession of a Broken Mind di menara sana. Huff. Ike, miss you so.
Sering blending ga kalo RP, ceritain juga:
SERING SANGAT. Terutama pada si sulung. Ya ampun, kasian kamu, nak.
Menurut lo, kekuatan dari RP lo apa:
Boleh narsis di part ini? ASIK. Mungkin dari deskripsi psikis yang kental banget dari chara-chara gue. Gue selalu nambahin itu supaya nambah ketegangan kalau gue lagi MERACAU =))
Kelemahan RP lo:
Suka gak konsisten. =))
Lo suka buat deskripsi detil buat chara lo:
Terkadang. Tapi belakangan, gue sering ngubek-ngubek kamus buat nambah detil chara gue.
Inspirasi chara lo darimana aja?
Dari semua karakter fiksi yang gue buat di novel amatir gue. haha.
Penamaan chara lo dapet dari mana aja?
Komik, novel, sama mimpi. =))
Ada chara yang ngasih inspirasi ga buat RP lo?
Hm, coba gue sebut atu-atu yah. Wina Vandrea, Balin Al-Kazaf, Jean V. Mielonen, Dua Windstroke, Carole Mitch Trance, Dua Lovecraft, MiFaSoLa, Mizuhime Winterfield, halah--dominan sama hupel kan?
Ada lagu yang cocok untuk chara-chara lo?
Untuk semua chara, gue berlakukan SEMUA LAGU MCR. Haha.
Sering WEBE-kan? Tips menghadapinya gimana?
Bikin cerpen/cerbung. haha.
Yang sering buat lo webe apa?
Apa? Mungkin... kalo udah kelamaan gak nyentuh NW. :|
Kalo ada chara yang ehm... keknya ngejiplak chara lo nih... gimana tanggapan lo?
Menghindari untuk tidak satu tret sama chara itu, dan menghindari Puppet Mastersnya sekalian, mungkin. Haha. Kejaaaammm. *evilgrin*
Kapan pertama kali mengenal RP?
Kelas 8 baru masuk. Mungkin bulan Agustus--kalau saya benar B)
Pernah RP di mana aja?
1. HPI (tapi gue udah lupa chara gue namanya siapa. Passnya aja lupa)
2. IndoHogwarts
3. Behind the Magic
4. IndoDurmstrang
5. (ada satu lagi tapi lupa namanya apa. =)))
Chara-chara:
1. HPI - (kan gue udah bilang kalo gue lupa nama charanya. )
2. IndoHogwarts - Kyara Cheeta (H), Alviss Croe Rhouzier (G-tapi cuma bentar SANGAT), Andromeda C. Stoone (H-RIP), Silvester D. Stoone (R-RIP), Eneline V. Christsharon (S-RIP), dan Allen Bentz (G). =))
Chara yang paling berkesan:
Kyara Cheeta, AHAY, si sulung memang paling BEST lah. haha. Mengingat ini chara pertama gue dalam dunia RPF, gue jadi paling BISA buat dapet feel chara ini. Yah, siapa mau taruhan kalau sifat-sifat chara ini SEPENUHNYA milik karakter super-fiksi yang gue sengaja buat di buku Diary gue waktu kelas lima. Sumpah, ini yang paling berkesan, dan rasanya agak takut juga untuk menistakan chara yang satu ini. Hm. Dia terlalu manis, baik, imut, lucu sih.. *ditoyor* 'dilarang narsis woy!' hahaha.
Alviss Rhouzier, WOO-HOO, ini chara super munafik yang pernah ada di otak gue. Sumpah, gue bikin ini chara spontan banget. Awalnya gue cuma niat mau jadiin chara cowok pertama gue ini sebagai chara ternista. Tapi ternyata... perjalanan cintamu terlalu membuatku iri hati, nak. Ikeee..... kemana dikau? Partner plot paling asik dan paling bikin gue menutup muka begitu mencoba membaca postingan diri sendiri. Yampun, terkadang gue gak nyangka bisa bikin postingan keren kalau lagi ngeplot sama IKE. WOW. WOW. WOW. Haha
Allen Bentz, MY HONEY, BUNNY, SWEETY-KU. Muaaah. Chara si bungsu yang paling bikin gue bebas berekspresi. Gue gak pernah nentuin sifat ini chara, tapi yang jelas gue cuma suka cara gue ngebawain ini chara. Ini chara pelampiasan gue. Bebas gue nistain kapanpun gue mau. Dan bebas gue permalukan kapan-pun gue suka. Haha. *evilsmirk*
Masa-masa paling berkesan pas RP, coba ceritain:
Entah mengapa adegan pedekate dan penembakan sang Alviss membuat gue SANGAT... terharu. Tsk. Coba pikir, gimana mungkin feel seorang Al yang SUSAH SANGAT didapat itu mengalir seperti tai di kali dengan mudahnya saat bersua dengan sang pujaan hati di tret St. James Park, London di tempat liburan. Hwaaa. Gue sampe telat ke sekolah gara-gara bikin reppan dan terpaksa FP sama Ike gara-gara ngejar timeline. Hahaha. Dan adegan penembakan sang Singa yang harus dinodai oleh kemurkaan sang chara membuat gue terhanyut dalam tret Confession of a Broken Mind di menara sana. Huff. Ike, miss you so.
Sering blending ga kalo RP, ceritain juga:
SERING SANGAT. Terutama pada si sulung. Ya ampun, kasian kamu, nak.
Menurut lo, kekuatan dari RP lo apa:
Boleh narsis di part ini? ASIK. Mungkin dari deskripsi psikis yang kental banget dari chara-chara gue. Gue selalu nambahin itu supaya nambah ketegangan kalau gue lagi MERACAU =))
Kelemahan RP lo:
Suka gak konsisten. =))
Lo suka buat deskripsi detil buat chara lo:
Terkadang. Tapi belakangan, gue sering ngubek-ngubek kamus buat nambah detil chara gue.
Inspirasi chara lo darimana aja?
Dari semua karakter fiksi yang gue buat di novel amatir gue. haha.
Penamaan chara lo dapet dari mana aja?
Komik, novel, sama mimpi. =))
Ada chara yang ngasih inspirasi ga buat RP lo?
Hm, coba gue sebut atu-atu yah. Wina Vandrea, Balin Al-Kazaf, Jean V. Mielonen, Dua Windstroke, Carole Mitch Trance, Dua Lovecraft, MiFaSoLa, Mizuhime Winterfield, halah--dominan sama hupel kan?
Ada lagu yang cocok untuk chara-chara lo?
Untuk semua chara, gue berlakukan SEMUA LAGU MCR. Haha.
Sering WEBE-kan? Tips menghadapinya gimana?
Bikin cerpen/cerbung. haha.
Yang sering buat lo webe apa?
Apa? Mungkin... kalo udah kelamaan gak nyentuh NW. :|
Kalo ada chara yang ehm... keknya ngejiplak chara lo nih... gimana tanggapan lo?
Menghindari untuk tidak satu tret sama chara itu, dan menghindari Puppet Mastersnya sekalian, mungkin. Haha. Kejaaaammm. *evilgrin*





